Pernahkan kalian mendengar kata ekspektoran, Mukolitik atau antitusif? nama nama itu adalah contoh jenis obat batuk yang efektivitas dan mekanisme kerjanya berbeda beda. obat batuk yang sering kita dengar mungkin hanya sebatasa obat batuk kering dan obat batuk berdahak. banyak perbedaan yang di dapat dari mekanisme obat batuk kering dan berdahak. penasaran perbedaannya? simak lebih lanjut untuk mengetahuinya.
EKSPEKTORAN
Dalam jurnal penelitian (Paat) di tahun 2010, dijelaskan bahwah pengertian ekspektoran adalah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernafasan atau yang sering disebut ekspektorasi. ketika dahak atau sekret dalam tenggorokan kita keluar, maka hal tersebut bisa membuat batuk kita lebih ringan gejalanya. seperti tidak merasa gatal lagi, dan tidak menganggu.Mekanisme kerjanya adalah merangsang reseptor-reseptor di
mukosa lambung yang kemudian meningkatkan kegiatan kelenjar sekresi
dari saluran lambung-usus dan sebagai refleks memperbanyak sekresi dari
kelenjar yang berada di saluran nafas (Linnisa dan Wati, 2014). tetapi perlu digaris bawahi, bahwa ekspektoran tidak bisa membunuh bakteri dalam saluran pernafasan, sehingga perlu obat lain jika batuk yang di derita pasien ternyata mengandung bakteri atau virus, seperti TBC dam penyakit batuk lainnya. contoh dari obat ekspektoran ini adalah ambroxol dan bromohexine.
MUKOLITIK
Selanjutnya dari penjelasan jurnal Estunigtyas pada 2007, dijelaskan bahwa pengertian mukolitik merupakan obat yang bekerja dengan cara
mengencerkan sekret saluran pernafasan dengan jalan memecah benang benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Agen mukolitik
berfungsi dengan cara mengubah viskositas sputum melalui aksi kimia
langsung pada ikatan komponen mukoprotein. maka dari itu kebanyakan obat ekspektoran didalamnya juga harus terkandung mukolitik. jadi mukolitik itu yang mengencerkan dahak, kemudian si ekspektoran merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernafasan. sehingga gejala batuk bisa dikurangi. Contoh obat mukolitik ini juga ambroxol dan bromohexine. jadi di dalam obat tersebut mengandung ekspektoran dan mukolitik.
ANTITUSIF
Antitusif adalah obat batuk non produktif atau tidak berdahak. kita biasa menyebutnya obat batuk kering. menurut jurnal penelitian Martin di 2007, Antitusif atau cough suppressant merupakan obat batuk yang
menekan batuk, dengan menurunkan aktivitas pusat batuk di otak dan
menekan respirasi . Obat ini bekerja secara sentral pada susunan
saraf dengan menekan pusat batuk dan menaikan ambang rangsang batuk. Namun perlu di garis bawahi, obat ini juga tidak dapat menyembuhkan batuk yang terinfeksi bakteri atau virus, batuk ini hanya meredakan gejala batuk supaya tidak mengganggu aktivitas kita dalam sehari hari. contoh dari obat ini adalah kodein dan dekstrometorfan.
Itu tadi sedikit pembahasan tentang apa itu Ekspektoran, Mukolitik, dan Antitusif, jadi kesimpulannya ekspektoran dan mukolitik adalah obat batuk berdahak yang mempau merangsang pengeluaran dahak, dan mengencerkan dahak, sedangkan Antitusif digunakan untuk obat batuk tidak berdahak. keduanya sama sama tidak bisa menyembuhkan batuk yang terinfeksi bakteri atau virus. hanya saja obat obat tersebut mengurangi gejala batuk, sehingga aktivitas kita tidak terganggu.
Sekian dari kami, jika ada salah mohon di koreksi, tunggu informasi selanjutnya dari kami. terima kasih
Daftar Pustaka
Linnisa, U. H., & Wati, S. E. (2014). Rasionalitas Peresepan Obat Batuk
34
Ekspektoran dan Antitusif di Apotek Jati Medika Periode Oktober-Desember
2012. IJMS - Indonsian Journal on Medical Science – Volume 1 No 1 –
Januari 2014 - Ijmsbm.org
Ari Estuningtyas., Azalia Arif. 2008. Obat Lokal. In Farmakologi dan Terapi.
Edisi V. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hal 517-41

Komentar
Posting Komentar